Tren Covid-19 Nasional Masih Naik, Kenapa PSBB Mau Dilonggarkan?

 

 

Beberapa waktu lalu terdengar pemerintah akan melonggarkan PSBB demi kepentingan ekonomi. Hal ini kemudian memicu perlawanan masyarakat dalam bentuk tagar Indonesia Terserah. Meskipun kemudian Presiden Jokowi pada Senin (18/5) lalu membantah pemerintah akan melonggarkan PSBB.

“Saya ingin tegaskan belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Karena jangan muncul di masyarakat bahwa pemerintah sudah mulai melonggarkan PSBB. Belum. Belum ada kebijakan pelonggaran PSBB,” kata Jokowi (18/5, Detik.com)

Menurut Donny Gahral Adian (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden) langkah pelonggaran atau relaksasi tersebut adalah hasil kajian internal Kementerian Perekonomian dan belum menjadi kebijakan. Sebab pemerintah masih mencari gambaran kapan puncak kurvanya terjadi (14/5, Kompas.com). 

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menerangkan dalam rapat terbatas dengan Presiden (18/5) memang membahas rencana persiapan pelonggaran PSBB, namun belum diketahui kapan akan dilaksanakan. Muhadjir juga menyebutkan pembahasan relaksasi penting agar ekonomi dapat dipulihkan dan masyarakat memulai kehidupan baru yang berbeda sama sekali (the new normal)  (19/5, Kompas.com).

 

Covid19-Nasional-20200518

Mengemukanya wacana kebijakan pelonggaran PSBB memang menimbulkan pro dan kontra, antara menyelamatkan ekonomi atau hidup manusia. Tentu keduanya penting, tetapi karena pilihannya hanya satu (trade-off), maka alangkah eloknya keselamatan masyarakat dari ancaman Covid-19 paling utama. Lagi pula jika mengedepankan kepentingan ekonomi di atas keselamatan hidup, ongkosnya akan jauh lebih besar. Ekonominya tidak dapat sedangkan korban semakin bertambah parah.

Berdasarkan data terakhir sebagaimana ditampilkan dalam grafik dan peta nasional sebaran Covid-19 di halaman ini, belum ada tanda-tanda penurunan kurva kasus baru harian. Trennya justru terus meningkat sehingga kurva akumulasi jumlah covid-19 masih jauh dari mendatar (flatten the curve). Terlihat Covid-19 masih memanjat dan semakin bertambah jumlah provinsi di Indonesia yang mengalami ledakan pasien yang dirawat dengan protocol Covid-19. []