Mengapa Mobilitas Penduduk Perlu Dikendalikan di Tengah Pandemi Covid-19?

Oleh: Hidayatullah Muttaqin

Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan cukup mengkhawatirkan. Betapa tidak, dengan jumlah penduduk hanya sekitar 4,3 juta jiwa lebih, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-6 sebagai provinsi paling terpapar di Indonesia dan hanya berjarak 53 kasus dengan Jawab Barat yang berada di peringkat ke-5. Kalimantan Selatan sendiri dalam jumlah kasus positif membalap posisi Provinsi Sumatera Utara dan Banten yang berpopulasi masing-masing sekitar 14,8 juta dan 12,9 juta jiwa. Hingga 1 Juli 2020 jumlah akumulasi positif Covid-19 Kalimantan Selatan mencapai  3.223 atau kurang lebih dua kali lipat kasus di Sumatera Utara dan Banten.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, laju tambahan Covid-19 paling tinggi terjadi pada bulan Juni, yaitu sebanyak 2275 kasus. Sedangkan pada bulan April dan Mei bertambah sebanyak 171 dan 769 kasus. Melonjaknya perkembangan positif Covid-19 pada bulan Juni di samping karena ada upaya tracking, tracing dan testing, diduga memiliki kaitan erat dengan meningkatnya mobilitas penduduk baik di dalam suatu daerah maupun lintas kabupaten dan kota.  

Peningkatan mobilitas penduduk terjadi seiring dengan diakhirinya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan dimulainya sosialisasi new normal pada bulan Juni. Naiknya mobilitas penduduk berarti turunnya durasi waktu warga yang berada di rumahnya. Hal ini dikonfirmasi oleh big data yang dirilis Google dalam Community Mobility Reports bahwa selama bulan Juni rata-rata warga Kalimantan Selatan yang tinggal di rumah hanya 12 persen di atas baseline dari nilai median periode 3 Januari – 6 Ferbruari 2020. Angka ini lebih rendah dari rata-rata masyarakat yang berada di rumah pada bulan Mei, yaitu sebesar 15 persen dari baseline.  

Angka Kalimantan Selatan tersebut juga lebih rendah dari Provinsi Jawa Barat yang terbilang sukses dalam pengendalian Covid-19 di mana pada bulan Juni rata-rata warganya yang berada di rumah sebesar 14 persen dari baseline dan pada bulan Mei sebanyak 19 persen dari baseline. Data ini mengindikasikan bahwa salah satu kunci dalam “merontokkan” laju penyebaran Covid-19 adalah dengan mengkondisikan warga lebih banyak tinggal di rumah. Artinya mobilitas penduduk harus dikendalikan. []

Infografis: Peta Sebaran Covid-19 Kalimantan Selatan