Laju Covid-19 Kota Banjarmasin Ditentukan Tingkat Mobilitas dan Perilaku Masyarakat

Kota Banjarmasin sudah menghitam seiring dengan perkembangan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 yang telah melewati angka 1000 kasus. Per 29 Juni 2020 ini, jumlahnya sudah mencapai 1304 kasus dengan PDP sebanyak 201, ODP 312 dan OTG sebesar 806 orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 183 orang dan meninggal 119 orang.

Perkembangan kurva akumulasi positif Covid-19 sendiri masih menanjak naik. Meskipun jumlah kasus harian satu minggu terakhir menurun, tapi itu belum cukup untuk melandaikan kurva akumulasi positif Covid-19. Di sisi lain, angka kasus harian tidak mencerminkan kasus real time atau kasus yang terjadi pada hari itu juga. Kasus harian yang diumumkan adalah kasus yang terjadi dari hasil pemeriksaan seminggu yang lalu atau lebih. Jumlah kasusnya juga sangat bergantung pada jumlah spesimen yang berhasil diperiksa dan itu terkait kapasitas lab yang digunakan serta antrian sampel yang masuk. Artinya menurunnya kasus harian harus dilihat dalam waktu lebih panjang, misalnya apakah dalam sebulan terjadi tren penurunan?

Memang perkembangan Covid-19 di Kota Banjarmasin menunjukkan situasi yang cukup gawat. Selain sudah masuk menjadi zona hitam, juga tidak tergambar strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menahan laju Covid-19. Sementara itu di sebagian masyarakat, masih terkesan kurang peduli dalam melakukan physical distancing dan protokol kesehatan. Dua sisi ini menjadi pupuk pertumbuhan Covid-19.

Diperlukan kebijakan ekstra ordinari tetapi matang dan terukur, serta cepat diimplimentasikan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengerem laju penyebaran Covid-19 sehingga kemudian terkendali menuju titik nol.

Laju penyebaran Covid-19 sendiri sangat bergantung pada tingkat mobilitas penduduk dan perilaku masyarakat. Artinya kunci kebijakan tersebut adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dengan menggali modal sosial yang sudah mereka miliki di samping strategi penataan mobilitas penduduk Itu sendiri. Para ulama dan tuan guru adalah salah satu elemen penting yang harus didekati dalam edukasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin. []