Oleh Hidayatullah Muttaqin

Perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus mengalami kemajuan. Per 4 Oktober, jumlah penduduk yang telah mendapatkan suntikan vaksin sebanyak 94,22 juta untuk dosis 1 dan 53,01 juta orang untuk dosis 2. Berdasarkan data Ourworldindata.org, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi tervaksinasi terbanyak ke-5 secara absolut setelah China, India, Amerika Serikat dan Brazil.

Meskipun demikian jika dibandingkan secara relatif seperti capaian vaksinasi terhadap seluruh populasi, Indonesia masih tertinggal. Masih harus kerja keras agar vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko bagi setiap warga dan menciptakan kekebalan komunitas (herd immunity). Penduduk yang sudah divaksin lengkap di Indonesia baru mencapai 20% dari populasi.

Negara dengan capaian vaksinasi lengkap tertinggi adalah Uni Emirat Arab dengan rasio 83% dari populasi. Di ASEAN, vaksinasi lengkap tertinggi adalah Singapura dengan rasio 77%. Sementara negara dengan jumlah penduduk di atas Indonesia seperti China capaian vaksinasi lengkapnya di atas 70%, India 18% dan Amerika Serikat 55%.

Di samping harus kerja keras meningkatkan laju capaian vaksinasi, ternyata permasalahan yang dihadapi Indonesia juga soal ketimpangan capaiannya secara spasial. Dalam hal ini ketimpangan regional khususnya berdasarkan klasifikasi pulau besar dan juga ketimpangan antara kota dan kabupaten.

Pada dasarnya ketimpangan capaian vaksinasi adalah hal yang sangat mungkin terjadi karena faktor SDM, fasilitas dan infrastruktur. Tetapi ketimpangan vaksinasi terlalu lebar. Situasi ini dapat menjadi faktor penghambat upaya pengendalian pandemi dan juga memperlambat pemulihan ekonomi di wilayah yang vaksinasinya tertinggal jauh.

Dalam ruang lingkup kabupaten dan kota di Indonesia, perbedaan jarak capaian vaksinasi dosis 1 saja dari target mencapai 47%. Jumlah penduduk yang telah divaksin untuk pertama kalinya di 98 kota di Indonesia per 4 Oktober sebanyak 37,31 juta orang dengan capaian 82% dari target. Sedangkan penduduk yang teah divaksin dosis 1 di 414 kabupaten sebanyak 56,85 juta orang dengan capaian 35% dari target.

Dalam ruang lingkup regional, ketimpangan vaksinasi antara Jawa-Bali dengan luar Jawa-Bali juga cukup lebar. Ketimpangan paling tinggi adalah antara Jawa-Bali dengan regional Maluku-Papua dengan jarak sekitar 28%. Sedangkan ketimpangan Jawa-Bali dengan regional Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara lebih rendah dengan jarak yang hampir sama, yaitu 20%.

Jumlah penduduk yang telah divaksinasi di Jawa-Bali untuk dosis 1 sebanyak 66,12 juta orang dengan capaian 54% dari target. Sedangkan Sumatera sebanyak 14,57 juta orang atau 33%, Kalimantan 4,21 juta orang atau 34%, Sulawesi 5,22 juta orang atau 34%, NTB dan NTT 2,62 juta orang atau 34%, dan Maluku-Papua 1,47 juta orang atau 26%.

Ketimpangan ini harus diperkecil jaraknya agar setiap daerah memiliki kesempatan yang kurang lebih sama untuk melindungi warganya dan mempercepat pemulihan ekonomi. Pemerintah pusat perlu membuat desain startegi kebijakan untuk mempercepat vaksinasi di luar Jawa-Bali dan di luar kota.[]

Published On: 5 Oktober 2021Categories: ArtikelTags: , ,

MENU

KOMENTAR DI MEDIA

GRAFIK

INFOGRAFIS