HIDAYATULLAH MUTTAQIN

BPS Kalimantan Selatan baru saja merilis data PDRB dan tercatat perekonomian Kalimantan Selatan di kuartal ke-2 tahun 2020 ini mengalami tekanan berat akibat wabah COVID-19. Pada Q2 YoY ekonomi Kalsel terkontrasi sebesar -2,6 persen. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi pada kuartal pertama (Q1) di mana perekonomian masih bisa tumbuh sebesar 4,2 persen. Sektor-sektor perekonomian apa saja yang mengalami kontraksi? Sektor apa yang paling banyak menyerap tenaga kerja Apakah daya beli masyarakat melemah? Apakah terjadi deflasi? Bagaimana perkembangan transportasi udara dan tingkat hunian kamar hotel berbintang di Kalimantan Selatan saat PSBB dan setelah new normal? Jawabannya ada pada infografis ini.

Pada level nasional, perekonomian terkontraksi lebih dalam sebesar -5,3 persen. Sementara itu seluruh daerah di Indonesia, kecuali Papua dan Papua Barat, mengalami kontraksi dengan kedalaman yang beragam. Adapun provinsi Papua sudah mengalami kontraksi di atas satu digit pada tahun 2018 dan 2019.

Ada delapan sektor perekonomian Kalimantan Selatan yang pertumbuhannya masih positif dan selebihnya mengalami pertumbuhan negatif. Sektor-sektor yang mengalami kenaikan tersebut berkaitan dengan konsumsi internet dan konsumsi kegiatan masyarakat di rumah.

Sektor pertambangan dan transportasi merupakan sektor yang menghadapi tekanan paling dalam di era pandemi COVID-19 ini. Kedua sektor ini masing-masing terkontraksi sebesar -9,3 dan -6,0 persen.

Kontraksi Juga terjadi pada sektor perdagangan, akomodasi dan makan minum, jasa lainnya dan jasa perusahaan. Kontraksi di sektor ini berkaitan erat dengan melemahnya daya beli masyarakat. Pelemahan tersebut ditandai dengan tertekannya Konsumsi Rumah Tangga ke level -3,3 persen.

Informasi lainnya mengenai perkembangan perekonomian Kalsel di era pandemi Q2 2020 dapat dilihat pada infografis di halaman ini [Muttaq.in].

Infografis Perekonomian Kalimantan Selatan di Era Pandemi Kuartal ke-2 2020
Infografis Perekonomian Kalimantan Selatan di Era Pandemi Kuartal ke-2 2020