Banjarmasin Semakin Merah

 

 

Situasi dan perkembangan Covid-19 di Banjarmasin cukup memprihatinkan. Menurut Pemerintah Kota Banjarmasin sebagaimana data yang dirilis di corona.banjarmasinkota.go.id per 18 Mei 2020 (pukul 13 siang), jumlah positif Covid sudah mencapai 164 kasus dengan PDP sebanyak 69, ODP 472, dan OTG 386 orang.

Sedangkan versi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (corona.kalselprov.go.id), di Banjarmasin mencapai 178 kasus positif Covid-19. Ini berarti terjadi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak tiga kali lipat dalam waktu dua minggu lebih sejak akhir April yang lalu.   

Covid19-Banjarmasin-20200518-2

Peta sebaran positif Covid-19 Banjarmasin juga menunjukkan wabah ini hampir menyelimuti seluruh wilayah kota. Dari 52 kelurahan hanya tinggal tiga kelurahan yang belum terpapar kasus positif Covid-19.  Terdapat sembilan kelurahan yang memiliki lima kasus atau lebih dan dua kelurahan dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 16 kasus. Padahal akhir bulan April lalu masih ada 23 kelurahan yang bebas dari positif Covid-19.

Fakta ini menunjukkan kita tidak mampu menahan laju peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dan penyebarannya. Hal ini sangat disayangkan karena zona bebas Covid-19 sudah menjadi merah.  Di berbagai negara, laju penyebaran Covid-19 yang semakin bertambah biasanya diawali dengan kelambanan dalam pengambilan kebijakan yang tepat dan penerapannya yang lemah, juga adanya perilaku masyarakat yang akomodatif terhadap penyebaran Covid-19.

Ledakkan jumlah penderita Covid-19 pada minggu ini di Banjarmasin pada dasarnya adalah hasil dari peristiwa interaksi yang terjadi antara penderita saat belum terinfeksi dengan orang yang terinfeksi pada satu hingga dua minggu yang lalu. Terutama ketika merepa bertemu tanpa physical distancing dan tanpa pengaman, Kondisi adanya kerumunan adalah tempat paling rawan terjadinya penularan.  

Kita berharap laju penyebaran dan peningkatan kasus positif Covid-19 ini dapat ditahan supaya rumah sakit dan tenaga medis dapat menangani pasien Covid-19 dengan baik. Jika banyak yang jatuh sakit secara bersamaan, rumah sakit akan kewalahan. Kelambanan kebijakan dan kekurangan pedulian kita dapat membuat sia-sia perjuangan para tenaga medis.