Jumlah sampel Covid-19 yang berkaitan dengan varian Omicron terus bertambah. Jika pada akhir November baru ada 15 negara dengan jumlah sampel yang dilaporkan di GISAID sebanyak 183, pada 27 Desember pukul 4 sore WITA jumlahnya bertambah menjadi 53.813 sampel kasus yang berasal dari 87 negara.

Di Indonesia jumlah kasus terkait varian Omicron yang sudah terdeteksi sebanyak 46  orang per 26 Desember. Sejak temuan kasus pertama pada 8 Desember lalu, sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan internasional atau merupakan kasus impor. Permasalahannya juga ditemukan kasus Omicron yang bukan pelaku perjalanan luar negeri sehingga sudah ada indikasi terjadinya transmisi lokal.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, dari 46 kasus sebanyak 40 orang sudah divaksin dua kali. Ini menunjukkan pentingnya masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas untuk menghindarkan risiko terpapar. Apalagi untuk perjalanan antar daerah, antar pulau dan perjalan internasional jika tidak terlalu penting sebaiknya ditunda.

Data mobilitas penduduk dari Google, yaitu mobilitas yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata di bulan Desember ini mengalami peningkatan 21 hingga 30% dari tingkat mobilitas di bulan Agustus.

Meskipun informasi dan beberapa studi awal menunjukkan dampak varian Omicron gejalanya lebih ringan, kita harus perhatikan juga adalah risiko bagi penduduk lanjut usia, memiliki riwayat penyakit berat dan belum divaksin. Kelompok ini menghadapi risiko lebih tinggi jika sudah terjadi transmisi lokal secara masif di masyarakat.

Kasus kematian terbaru yang terjadi di Sydney Autralia berusia 80 tahun serta sudah divaksin 2 kali dan memiliki masalah kondisi kesehatan lainnya. Di Amerika Serikat, kasus kematian Omicron pertama menimpa penduduk yang berusia antara 50 – 60 tahun, memiliki riwarat penyakit dan belum divaksin. Sebelumnya ia juga sudah pernah terinfeksi Covid-19. Sementara di Inggris ada 366 kasus karena Omicron per 24 Desember yang masuk rumah sakit dan sebanyak 29 meninggal dunia dengan rentang umur 50 sampai dengan 90-an tahun.

Berkaca dari kondisi tersebut, sudah saatnya kita semua “sadang-sadang” melakukan pelonggaran, terutama yang punya kebiasaan tidak jaga jarak dan tidak pakai masker. Begitu pula sudah saatnya mobilitas penduduk diperlambat karena risiko penyebaran varian Omicron yang lebih cepat dari varian Delta. Sementara rumah sakit juga perlu menyiapkan kemungkinan terjadinya situasi buruk, khususnya pasien dari kalangan lanjut usia dan perlindungan bagi para nakes.

.

News Analysis Banjarmasin Post, Selasa 28 Desember 2021.

About The Author:

Hidayatullah Muttaqin adalah dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, anggota Tim Pakar Covid-19 ULM dan Tim Ahli Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan.

Published On: 28 Desember 2021Categories: Blog Headlines, Media CetakTags: , ,

TOPIK

KOMENTAR DI MEDIA

GRAFIK

INFOGRAFIS