Industri pertambangan yang dihantam efek pandemi covid-19 dipastikan ikut menyeret dan menjadi faktor pelambatan pertumbuhan perekonomian Kalsel.

Hal ini menjadi salah satu kesimpulan kajian yang dilakukan dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan yang juga anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D.

Menurut Muttaqin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kalsel pada triwulan II 2020 (YoY) mengalami kontraksi sebesar -2,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Jatuhnya perekonomian Kalsel pada triwulan I ini menurutnya adalah hal yang tidak dapat dielakkan karena pandemi covid-19 tidak hanya membuat roda perekonomian mengalami kemacetan di Kalimantan Selatan, tetapi juga terjadi hampir di seluruh belahan dunia.

Selengkapnya baca di Banjarmasin Post.

Published On: 7 Mei 2021Categories: MediaTags: , , , 0.6 min read116 words