Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D meminta program Kartu Prakerja dievaluasi agar tepat sasaran karena dinilai kurang efektif.

“Program ini idealnya ditujukan kepada angkatan kerja berusia muda yang lebih familiar dengan teknologi dan aktivitas daring. Namun faktanya sekarang, semua orang mengaksesnya untuk mendapatkan uang cuma-cuma dari negara,” cetus dia di Banjarmasin, Sabtu.

Taqin melihat, dengan anggaran Rp20 triliun dan taget peserta 5,6 juta orang, program Kartu Prakerja lebih condong menjadi program pemborosan anggaran.

Selengkapnya di Antara

Published On: 15 Mei 2021Categories: MediaTags: , , ,