Banjarmasin (ANTARA) – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D menilai banyak daerah bermasalah dengan alat ukur dan pembukaan sekolah dikhawatirkan menjadi sumber ledakan kasus positif COVID-19.

“Terutama terkait dengan kriteria WHO seperti jumlah testing yang sangat rendah, jauh dari standar WHO dan positive rate yang sangat tinggi,” ujar dia di Banjarmasin, Senin.

Di sebagian daerah di Indonesia, ungkap dia, ada kecenderungan semakin turunnya jumlah tes COVID-19 sejak bulan Agustus. Turunnya jumlah tes menyebabkan turunnya tambahan kasus baru di daerah-daerah tersebut. Ada kecurigaan penurunan tes PCR di berbagai daerah tersebut terkait dengan momen pilkada.

Meskipun terjadi penurunan kasus baru penduduk yang terinfeksi karena turunnya jumlah tes PCR, daerah-daerah tersebut mengalami positive rate yang sangat tinggi. Bahkan ada daerah yang angkanya di atas 40 persen dengan jumlah tes yang sangat minim merasa pandeminya sudah terkendali sehingga ingin membuka sekolah.

Selengkapnya diĀ Antara

Published On: 28 Agustus 2021Categories: MediaTags: , , , , ,